PT VADS Indonesia Experiential Learning





Sebuah ungkapan mengatakan“Pengalaman adalah guru terbaik” dan hal inilah yang melatarbelakangi PT VADS Indonesia, sebagai pemain kuat dalam Business Process Outsourcing (BPO) sektor di Indonesia, PT VADS Indonesia mengadakan seminar setengah hari dengan tema “I’m a Lifetime Learner” di Ritz Carlton Hotel Mega Kuningan pada Selasa, 9 September 2014 baru-baru ini.

Experiential Learning, Kunci PT VADS Indonesia Memberikan Solusi Pembekalan Terbaik Kepada Pelanggan

Sebuah ungkapan mengatakan“Pengalaman adalah guru terbaik” dan hal inilah yang melatarbelakangi PT VADS Indonesia, sebagai pemain kuat dalam Business Process Outsourcing (BPO) sektor di Indonesia, PT VADS Indonesia mengadakan seminar setengah hari dengan tema “I’m a Lifetime Learner” di Ritz Carlton Hotel Mega Kuningan pada Selasa, 9 September 2014 baru-baru ini.

September 22, 2014

Suasana seminar yang diadakan oleh PT VADS Indonesia yang bertajuk “I’m a Lifetime Leaner” di Ritz Carlton Hotel, Jakarta.

Learning services kami berorientasi pada experiential learning atau pembelajaran berdasarkan pengalaman produk unggulan kami yang merupakan solusi dan bekal pengetahuan bagi karyawan untuk kemajuan perusahaan,” tukas Ibu Wardhani Soedjono selaku Presiden Direktur PT VADS Indonesia.

“Kami yakin dengan memberikan pelatihan terbaik bagi klien, mereka akan tumbuh dan semakin maju dalam bisnis mereka dan ini sejalan juga dengan spirit PT VADS Indonesia yakni ‘If you shine, I shine too’ yang bermakna bahwa bila klien berkembang, maka kami pun turut berkembang.”

Di hadapan puluhan klien serta calon klien dari berbagai perusahaan di segala bidang yang memadati ruang Mutiara 10 di Selasa pagi itu seperti PT XL Axiata, Express Group, Bank Mega, Astra World, Palyja, Dompet Dhuafa, Prudential, NEC Indonesia, Trendcomm, dll. Bahkan termasuk rombongan Tenaga Nasional Berhad, perusahaan listrik dari Malaysia, Ibu Wardhani mengatakan bahwa learning services yang diberikan PT VADS Indonesia adalah pembelajaran yang berorientasi kepada layanan pelanggan, karena kepuasan pelanggan adalah kunci utama dari kesuksesan bisnis perusahaan.

Beliau juga menjelaskan PT VADS Indonesia bahkan memiliki kapasitas untuk memberikan learning services mulai dari tingkat board of directors hingga office boy demi menciptakan customeroriented services di segala sisi perusahaan, sebuah service yang membedakan PT VADS Indonesia dari perusahaan sejenis lainnya.

“Ketika sebuah perusahaan fokus kepada pelanggan, maka profit mereka akan meningkat karena profit itu datangnya dari pelanggan yang puas,” tambahnya.

Randy Desmond, Shared Service Manager PT VADS Indonesia, mengatakan experiental learning yang diberikan melingkupi 3 (tiga) area penting dalam pembelajaran, yaitu peningkatan, yakni SKA, Skill, Knowledge, dan Attitude.

Sebelum melakukan pelatihan, mereka akan mendatangi klien untuk melakukan assessment mengenai kebutuhan pelatihan yang di butuhkan, dikenal dengan istilah TNA (Training Need Analysis). Berdasarkan hasil TNA inilah modul pelatihan dibuat dan diterapkan di perusahaan klien sesuai dengan kebutuhan mereka.

Beberapa modul unggulan di tampilkan hari itu, diantaranya adalah CYLCYS (Change Your Life Change Your Service), Delivering a 5-Star Service, IMXYB (I’m Xformed I’m Your Butterfly), Express Yourself, RFVIL (Race For Victory In Leadership), dan Hi-Five.

“Modul-modul unggulan inilah yang nantinya akan memberikan nilai tambah kepada klien kami dan membuat mereka dapat memberikan pelayanan yang jauh lebih baik lagi kepada pelanggannya,” kata Randy.

Selanjutnya, Becquini Akbar sebagai Senior Manager Customer Service Vendor Management Organization PT XL Axiata, mengaku bahwa learning services yang diberikan PT VADS Indonesia kepada perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia ini sangat krusial bagi kemajuan bisnis XL.

“Kami adalah perusahaan inovatif dengan 2.900 jenis produk dan 700 tipe interaksi. Kalau tidak didukung dengan learning services yang baik maka pelayanan kami di depan akan berantakan. Jika berantakan dan customer tidak puas dengan customer service kami maka kami dapat kehilangan kepercayaan dari customer,” ujar Becquini.

Dengan menerapkan modul PT VADS Indonesia, ia mengatakan bahwa kemajuan XL terus terukur dengan baik dari waktu ke waktu, misalnya saja dari sisi repeat calls yang turun dari 3.24 persen menjadi 2.6 persen serta First Call Resolution (FCR) yang meningkat dari 78 persen ke 90 persen.

Kepuasan XL terhadap PT VADS Indonesia bahkan membuat perusahaan menjadikan partnership call center dengan PT VADS Indonesia sebagai benchmark untuk partnership mereka dengan penyedia layanan lain seperti dari bagian networks, billing dan IT.

“XL sudah membuktikan bahwa dengan fokus kepada people, kami menjadi semakin maju. Bahkan pekerja kami yang tadinya diam saja berubah menjadi pribadi yang fun, agile, energize, dan open berkat bantuan PT VADS,” lanjutnya.

Deddy Hermansyah, Head of Business Development PT VADS Indonesia, berkata bahwa customer satisfaction index dari klien yang ditangani PT VADS serta pelanggan dari sang klien berada di atas 90 persen saat ini.

“Ini semua karena problem yang pelanggan hadapi dapat terselesaikan dengan baik oleh call center dan customer service klien kami yang sudah dibekali experiental learning. Bisnis kami sendiripun dapat tumbuh 60 persen karena kami menjaga kualitas kami dan memperlakukan semua klien kami, baik yang kecil maupun besar, dengan sama baiknya,” jelas Deddy.

Suasana seminar menjadi sumringah dan bersemangat dengan sajian para coach yang piawai membawakan materi pembelajaran dengan kreatif dan penuh dengan gaya yang hidup. Benar-benar peserta terbawa dalam experiental learning yang menyenangkan.

Photo Galery

PT VADS Indonesia Experiential Learning


Latest News